Tentang Kami Marketplace Berita Kontak
Edukasi Hidroponik

Panduan Lengkap Memahami pH dan PPM untuk Pemula

Admin News
13 June 2026
Panduan Lengkap Memahami pH dan PPM untuk Pemula

Dua Pilar Nutrisi Hidroponik

Bagi pekebun yang terbiasa menanam di tanah, istilah "pH" dan "PPM" mungkin jarang diperhatikan karena tanah memiliki kemampuan menyangga (buffer) alami yang luar biasa. Namun di dunia air, Anda adalah sang "pengontrol alam". Pemahaman mendalam tentang dua metrik ini akan membedakan antara pekebun pemula yang kebingungan dan pekebun sukses yang panen berlimpah.

Apa Itu Kepekatan (PPM / EC)?

PPM (Parts Per Million) adalah satuan untuk mengukur jumlah partikel padat (mineral/garam pupuk) yang terlarut dalam 1 juta partikel air. Sedangkan EC (Electrical Conductivity) mengukur daya hantar listrik larutan tersebut. Pupuk AB Mix adalah garam mineral yang ketika larut dalam air akan menghasilkan ion bermuatan listrik, sehingga dapat diukur dengan alat TDS/EC Meter.

Analoginya seperti membuat teh manis. Air murni (0 ppm) adalah air tawar. Jika kita memasukkan 1 sendok gula, rasanya manis (500 ppm). Jika kita memasukkan 10 sendok gula, rasanya sangat pekat (2000 ppm). Tanaman balita (semai) hanya butuh "teh agak manis" (300 ppm), sementara tanaman raksasa butuh "teh sangat pekat" (1200 ppm).

Setiap tanaman memiliki toleransi maksimal. Selada biasanya berhenti di 900 PPM, sementara sayuran buah seperti Tomat atau Melon bisa rakus memakan nutrisi hingga 2500 - 3000 PPM. Memberikan dosis tomat pada selada akan membakar akarnya seketika.

Mengapa pH Sangat Krusial?

pH (Potential of Hydrogen) adalah ukuran seberapa asam atau basa larutan air, berskala 0 hingga 14. Angka 7 adalah netral. Di bawah 7 adalah asam (acidic), di atas 7 adalah basa (alkaline).

Dalam hidroponik, Nutrisi AB Mix terdiri dari belasan unsur hara (N, P, K, Ca, Mg, Fe, dll). Masalahnya, unsur-unsur kimia ini sangat "pemilih". Jika pH air di atas 6.5, unsur Makro (Fosfor, Kalsium) mungkin masih mudah diserap, tetapi unsur Mikro (Zat Besi, Mangan, Tembaga) akan mengendap menjadi partikel padat yang tidak larut, fenomena ini disebut Nutrient Lockout.

Oleh karena itu, ada sebuah rentang *Sweet Spot* atau area emas, yaitu di pH 5.5 hingga 6.5, di mana seluruh jenis hara berada dalam kondisi molekul bebas dan paling mudah diminum oleh serabut akar.

Tips Menjaga pH dan PPM Tetap Stabil

  • Cek Kualitas Air Baku: Gunakan air baku (air tanah/PDAM) dengan PPM serendah mungkin (di bawah 100 ppm) dan pH yang stabil (sekitar 7). Air AC atau RO (Reverse Osmosis) adalah air baku paling sempurna.
  • Kalibrasi Alat Rutin: Alat TDS Meter jarang rusak, tetapi pH meter rentan bergeser (melenceng) pembacaannya. Kalibrasi pH meter Anda sebulan sekali menggunakan cairan buffer pH 4.0 dan 6.86.
  • Cek Tandon Setiap Hari: Pada cuaca panas terik, tanaman akan minum air lebih banyak daripada memakan pupuk. Akibatnya, air tandon menyusut drastis tetapi PPM justru melonjak naik tajam! Segera tambahkan air baku untuk menetralisirnya.
Tags: Tidak ada tag
Bagikan: